Siwah Blog

Desember 20, 2006

sahabat karib

Diarsipkan di bawah: Tak Berkategori — siwah @ 11:25 am

Kenangan Terindah

Ini sebuah kisah tentang dua orang sahabat karib
yang sedang berjalan melintasi gurun pasir.
Ditengah perjalanan, mereka bertengkar,
dan salah seorang menampar temannya.
Orang yang kena tampar, merasa sakit hati,
tapi dengan tanpa berkata-kata, dia menulis di atas pasir

HARI INI, SAHABAT TERBAIK KU MENAMPAR PIPIKU.

Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis,
dimana mereka memutuskan untuk mandi.
Orang yang pipinya kena tampar dan terluka hatinya,
mencoba berenang namun nyaris tenggelam,
dan berhasil diselamatkan oleh sahabatnya.
Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya sudah hilang,
dia menulis di sebuah batu

HARI INI, SAHABAT TERBAIK KU MENYELAMATKAN NYAWAKU.

Orang yang menolong dan menampar sahabatnya, bertanya,
“Kenapa setelah saya melukai hatimu, kau menulisnya di atas pasir,
dan sekarang kamu menulis di batu ?”
Temannya sambil tersenyum menjawab,
“Ketika seorang sahabat melukai kita,
kita harus menulisnya diatas pasir agar angin maaf datang berhembus
dan menghapus tulisan tersebut.
Dan bila sesuatu yang luar biasa terjadi,
kita harus memahatnya diatas batu hati kita,
agar tidak bisa hilang tertiup angin.”

Tak ada musuh yang tak dapat ditaklukkan oleh cinta.
Tak ada penyakit yang tak dapat disembuhkan oleh kasih sayang.
Tak ada permusuhan yang tak dapat dimaafkan oleh ketulusan.
Tak ada kesulitan yang tak dapat dipecahkan oleh ketekunan.
Tak ada batu keras yang tak dapat dipecahkan oleh kesabaran.
Semua itu haruslah berasal dari hati anda.

powered by performancing firefox

Desember 12, 2006

Puisi Suami yang Minta Ijin Poligami

Diarsipkan di bawah: Tak Berkategori — siwah @ 7:54 am
Istriku,
Jika engkau bumi, akulah matahari
Aku menyinari kamu
Kamu mengharapkan aku
Ingatlah bahtera yg kita kayuh, begitu penuh riak gelombang
Aku tetap menyinari bumi, hingga kadang bumi pun silau
Lantas aku ingat satu hal
Bahwa Tuhan mencipta bukan hanya bumi, ada planet lain yg juga mengharap aku sinari
Jadi..
Relakanlah aku menyinari planet lain, menebar sinarku
Menyampaikan faedah adanya aku, karna sudah kodrati
dan Tuhan pun tak marah…

Balasan Puisi sang istri …

Suamiku,
Bila kau memang mentari, sang surya penebar cahaya
Aku rela kau berikan sinarmu kepada segala planet yg pernah TUHAN
ciptakan karna mereka juga seperti aku butuh penyinaran dan akupun juga
Tak akan merasa kurang dengan pencahayaanmu
AKAN TETAPIIIIIIII. .
Bila kau hanya sejengkal lilin yg berkekuatan 5 watt, jangan bermimpi menyinari planet lain!!!
Karena kamar kita yg kecil pun belum sanggup kau terangi
Bercerminlah pd kaca di sudut kamar kita, di tengah remang-remang
Pencahayaanmu yg telah aku mengerti utk tetap menguak mata
Coba liat siapa dirimu… MENTARI atau lilin ? PLIS DEH…!!!

(www.ketawa.com)

powered by performancing firefox

Blog pada WordPress.com.