Siwah Blog

Maret 28, 2007

Akhlak mulia terhadap isteri

Diarsipkan di bawah: Feature — siwah @ 5:46 am

Bila malam sudah beranjak mendapati subuh, bangunlah sejenak. Lihatlah istri anda yang sedang terbaring letih menemani bayi anda. Tataplah wajahnya yang masih dipenuhi oleh gurat-gurat kepenatan karena seharian ini badannya tak menemukan kesempatan untuk istirah barang sekejap. Kalau saja tak ada air wudhu yang membasahi wajah itu setiap hari, barangkali sisa-sisa kecantikannya sudah tak ada lagi.


Sesudahnya, bayangkanlah tentang esok hari. Disaat anda sudah bisa merasakan betapa segar udara pagi, tubuh letih istri anda barangkali belum benar-benar menemukan kesegarannya.

Sementara anak-anak sebentar lagi akan meminta perhatian bundanya, membisingkan telinganya dengan tangis serta membasahi pakaiannya dengan pipis tak habis-habis. Baru berganti pakaian, sudah dibasahi pipis lagi. Padahal tangan istri anda pula yang harus mencucinya.

(lagi…)

Maret 24, 2007

Aceh Heroic Song (Hikayat Prang Sabi)

Diarsipkan di bawah: Music — siwah @ 6:00 am

title : Syuhada
Artist: Unknown

harapan Bak Kanda

Diarsipkan di bawah: Music — siwah @ 5:53 am

rambiduen koen ulat sutra- IMA

Diarsipkan di bawah: Music — siwah @ 5:47 am

Maret 21, 2007

Girls, Pria itu ternyata memang pasangan yg baik

Diarsipkan di bawah: Feature — siwah @ 7:13 am

Jika kamu memperlakukannya dengan baik,
lama2 kamu akan jatuh cinta padanya.
Jika tidak, kamu tidak akan tahuJika kamu berpakaian bagus, dia pikir kamu
sedang mencoba untuk tampil lebih cantik sebagai pendampingnya.
Jika tidak, dia bilang kamu sudah cantik dan natural

(lagi…)

Maret 3, 2007

Bundaaa,, i miss u…!!! HiKs,,, :’(

Diarsipkan di bawah: Feature — siwah @ 4:42 am

” Nak, bangun… udah adzan subuh. Sarapanmu udah ibu siapin dimeja… ” Tradisi ini sudah berlangsung 20 tahun, sejak pertama kali aku bisa mengingat. Kini usiaku sudah kepala 3 dan aku jadi seorang karyawan disebuah Perusahaan Tambang, tapi kebiasaan Ibu tak pernah berubah. ” Ibu sayang… ga usah repot-repot Bu, aku dan adik-adikku udah dewasa ” pintaku pada Ibu pada suatu pagi. Wajah tua itu langsung berubah. Pun ketika Ibu mengajakku makan siang di sebuah restoran. Buru-buru kukeluarkan uang dan kubayar semuanya. Ingin kubalas jasa Ibu selama ini dengan hasil keringatku. Raut sedih itu tak bisa disembunyikan.Kenapa Ibu mudah sekali sedih ? Aku hanya bisa mereka-reka, mungkin sekarang fasenya aku mengalami kesulitan memahami Ibu karena dari sebuah artikel yang kubaca… orang yang lanjut usia bisa sangat sensitive dan cenderung untuk bersikap kanak-kanak …..
tapi entahlah…. Niatku ingin membahagiakan malah membuat Ibu sedih.

(lagi…)

Blog pada WordPress.com.