Sungguh, merupakan hal yang sangat menyakitkan hati. Ketika cinta kita
ditolak oleh seeorang yang sangat kita harapkan cintanya. Sebahagaian
dari kita mungkin akan langsung berfikir sepertinya Allah tidak adil.
Langit terasa muram dan tidak bercahaya. Bukankah cinta kita benar2
tulus dan murni. Untuk mehjaga diri dari dosa, menjaga pandangan,
menjaga hati bahkan demi menjaga kesuian agama-Nya? Apa yang salah
pada diri kita? Tidak layakkah kita mendapakan janjinya “jika kamu
menolong agama (Allah), nioscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan
kedudukanmu” (QS: Muhammad 7)
Begitu mahalkah tiket untuk mendapatkan pertolonganNya, lantas
dimanakah janjiNya, “Berdoalah kepadaKu, niscaya akan Kuperkenankan
bagimu” (QS: Al-Mu’min 60)
Ya sebenarnya factor yang paling utama mengapa keinginanmu belum
dikabulkan, padahal usia sudah waktunya, tujuan sudah mulia, bahkan
mungkin kemampuan sudah ada. Hanya satu factor penyebabnya. Yaitu
perbedaan persepsi antara kita dan Allah. Kita seringkali menganggap
bahwasanya apa-apa yang sesuai dengan keinginan kita itulah yang
terbaik bagi kita, padahal tidak selamanya loh, (baca QS:Al-Baqarah 216)