Siwah Blog

Februari 13, 2008

MAMPUKAH KITA MENJADI LELAKI SPT ITU..

Diarsipkan di bawah: 1 — siwah @ 2:05 am
Statement yang ini menurut gue bagus banget: “Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta tapi dia tidak mencintai karena Allah semuanya akan luntur.” Kira-kira, didunia ini ada berapa orang laki-laki yg seperti ini, ya….??? (1 banding 1000 ?, pesimis banget yach…zaman sekarang gitu loh……) Bahagia banget ya jadi perempuan kalau ternyata pasangan hidup kita seperti Bpk Suyatno yang ada di cerita ini……Based on True Story..

Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja, bahkan sudah mendekati malam,pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua. mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Mereka dikarunia 4 orang anak disinilah awal cobaan menerpa,setelah istrinya melahirkan anak ke empat tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.

Setiap hari pak suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian.Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum, untunglah tempat usaha pak suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa2 saja yg dia alami seharian.

(lagi…)

Februari 8, 2008

Sebuah Kisah Yang Indah

Diarsipkan di bawah: 1 — siwah @ 7:05 pm
Tags:

Sebuah kisah yang indah, yang terkirimkan dalam surat di friendster.com

Kisah ini ingin kembali kuceritakan, tentang arti sebuah makna di dalam suatu tindakan. Terkadang yang kita lupakan. Maka jamahlah ia dengan hatimu:

Seorang Muslim tua Amerika bertahan hidup di suatu perkebunan di suatu pegunungan sebelah timur Negara bagian Kentucky dengan cucu lelakinya yg masih muda. Setiap pagi Kakek bangun lebih awal dan membaca Quran di meja makan di dapurnya. Cucu lelaki nya ingin sekali menjadi seperti kakeknya dan mencoba untuk menirunya dalam cara apapun semampunya.

Suatu hari sang cucu nya bertanya, “Kakek! Aku mencoba untuk membaca Qur’An seperti yang engkau lakukan tetapi aku masih saja tidak memahaminya, dan apa yang aku pahami aku lupakan secepat aku menutup buku. Apa sih kebaikan dari membaca Qur’An?”

Dengan tenang sang Kakek dengan meletakkan batubara di dasar keranjang, memutar sambil melubangi keranjangnya ia menjawab, “Bawa keranjang batubara ini ke sungai dan bawa kemari lagi penuhi dengan air.”

Maka sang cucu melakukan seperti yang diperintahkan kakek, tetapi semua air habis menetes sebelum tiba di depan rumahnya.

(lagi…)

Blog pada WordPress.com.